PENAWARAN TERDAHSYAT BELI TOYOTA CALYA SURABAYA BUAT ANDA YANG ISTIMEWA, HARGA BEBAS NEGO, HARGA BEBAS NAWAR, HARGA MURAH BUAT ANDA YANG ISTIMEWA.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Di hargamobilsurabaya.com
Semoga blog ini bisa menjadi media informasi, serta bahan referensi Anda dalam membeli MOBIL BARU TOYOTA CALYA SURABAYA. Partisipasi dan peran serta Anda, sangat penting untuk perkembangan blog ini.

kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat anda semua,CALYA SURABAYA, HARGA CALYA SURABAYA,HARGA MOBIL BARU TOYOTA CALYA SURABAYA, HARGA TOYOTA CALYA SURABAYA, PROMO TOYOTA CALYA SURABAYA, KREDIT CALYA SURABAYA, BONUS TOYOTA CALYA SURABAYA, BELI CALYA SURABAYA,KREDIT TERMURAH,BUNGA KOMPETITIF, CASH BACK GEDE, BANYAK BONUS,KAMI HADIR MEMANG BUAT ANDA........kami berharap semua bisa sukses. amin

akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih atas keputusan anda untuk mengunjungi blog kami. dan mohon maaf bila ada kesalahan
salam sukses,

RUDDY MINARGO(argo toyota) HP: 081.259.124.288(WA)


Kamis, 13 Maret 2014

INFORMASI MESIN MOBIL| informasi harga mobil baru surabaya

INFORMASI MESIN MOBIL



Dalam dunia otomotif modern, penggunaan mesin untuk multi model adalah hal lumrah. Ini menjadi salah satu trik produsen untuk meraih efisiensi produksi. Dengan menugaskan satu mesin untuk banyak model mobil, maka biaya cetakannya bisa lebih hemat. Dampakmua harga jual mobil jadi lebih terjangkau.

Satu mesin multi-model bisa dilakukan tak hanya untuk mobil sejenis (misalnya MPV-MPV), namun juga lintas jenis (MPV-hatchback-sedan-SUV). Lebih dari itu, bahkan ada beberapa mesin yang masa baktinya melampaui dari masa bakti model mobil itu sendiri. Artinya mesin tersebut tetap digunakan meski mobil sudah berganti generasi.

Seiring dengan kebiasaan itu, satu mesin tak hanya didedikasikan untuk internal 1 merek, ada juga yang digunakan oleh beragam merek. Ini kerap terjadi pada merek-merek yang berada dalam 1 grup.

Hanya saja, tak banyak pemilik mobil yang tahu bahwa mobilnya mungkin menggunakan mesin yang sama dengan mobil lain. Ini setidaknya menjadi info untuk beragam hal, misalnya soal perawatan mesin atau subtitusi komponen.


Honda K20

Dengan format 4-silinder segaris 1.998 cc, K20 merupakan bagian dari K-Series yang merupakan salah satu keluarga mesin legendaris Honda. Sejatinya ia memiliki kemiripan dengan mesin seri K lain seperti K23 dan K24, namun K20 memiliki kapasitas lebih kecil dan dekat dengan masyarakat Indonesia.

Oleh Honda K20 sudah dibekali katup variabel i-VTEC. i-VTEC pada K20 secara prinsip terbagi untuk 2 tujuan besar yakni mencari tenaga atau mengincar efisiensi. Yang mencari tenaga bisa ditemukan pada engine bay Civic Type-R (EP3), Acura RSX (DC5), atau Integra DC5-R. Tak tanggung-tanggung, daya yang keluar bisa mencapai 210 dk.

Selain untuk tenaga besar, K20 versi irit BBM juga tak kalah popular. Kenyataannya hampir semua mesin K20 yang beredar untuk mobil Honda di Indonesia adalah yang versi hemat BBM ini.

Eksistensinya ada di Honda Stream 2.0 dan CR-V 2.0 generasi 2 (RD4). Meski bukan power oriented, tapi jangan remehkan tenaganya karena ia sanggup melecut hingga 150 dk.


Toyota 1NZ-FE

Di Indonesia, mesin berkatup variabel VVT-i ini sungguh popular. Publik Tanah Air pertama kali menemukannya pada ruang mesin Toyota Vios generasi 1 (NCP42). Tak berselang lama, Toyota juga menghadirkan Yaris yang hatchback dengan mesin serupa.

“Output tenaga memang bukan yang terbesar, tapi keunggulan utama mesin ini adalah rentang tenaga yang luas, irit BBM dan durabilitas tinggi,” ucap Dadi Hendriadi, Division Head Technical Service Division PT Toyota Astra Motor. Tak heran selain mobil pribadi, Vios bermesin 1NZ-FE ini juga diandalkan sebagai armada taksi.

Begitu suksesnya 1NZ-FE yang berkapasitas 1.497 cc ini, Toyota bahkan tetap menggunakannya hingga Vios generasi ketiga alias yang terbaru. Kalaupun ada pengembangan hanyalah sebatas improvement di injektor atau ECU. Karena sebenarnya unit 1NZ-FE ini sudah dirancang dengan sangat baik.


BMW PSA Peugeot-Citroen EP6CDT

Inilah mesin yang malampaui batas merek. Mesin ini merupakan hasil kerjasama pengembangan BMW dengan PSA Peugeot-Citroen. Nama lainnya adalah Prince engine yang merupakan mesin 4-silinder turbo berukuran kompak dengan sematan teknologi direct injection dan variable valve timing.

Digunakan oleh banyak sekali mobil lintas merek. Di Peugeot saja tercatat semua produk Pug yang ada di Indonesia kecuali 107 memakainya. Mulai dari RCZ yang kupe, 508 si sedan besar hingga 5008 sang MPV.

Selain Peugeot, mesin ini juga bisa dirasakan oleh pengguna BMW 116i dan keluarga MINI (semua varian). Dengan perbedaan di setting komputer mesin, mesin ini mampu melecut tenaga dari 158 hingga 211 dk.



Fiat Multijet-General Motors Small Diesel Engine (SDE)

Mesin ini terkenal sebagai mesin diesel kompak dengan torsi besar plus kehematan bahan bakar luar biasa. Di Indonesia, mesin ini bisa ditemukan pada ruang mesin Chevrolet Spin 1.3 diesel.

Mesin berkapasitas 1.248 cc 4-silinder turbo common-rail ini beberapa kali meraih penghargaan sebagai mesin diesel kecil terbaik. Dalam nomenklatur Fiat namanya Multijet. Sedangkan bagi Chevy, titelnya adalah Small Diesel Engine. Kami sudah membuktikan kehematannya Pada Liga Irit 2013 lalu, Spin 1.3 D merupakan yang terbaik dengan pencapaian 14,17 km/l di rute dalam kota dan 20,96 km/l untuk rute bebas hambatan.

Meski di Indonesia baru Chevy Spin 1.3 D yang menggunakannya, namun di seluruh dunia populasinya sudah sangat banyak. Tak kurang dari 30 mobil dari berbagai merek yang memakainya. Pada 2013 lalu tercatat 5 juta unit mesin ini diproduksi.

Terhembus kabar Suzuki yang juga punya kerjasama dengan GM katanya tertarik untuk memasukkan Ertiga diesel. Jika itu terjadi, maka mesin inilah yang kemungkinan dipakai pada MPV andalan Suzuki itu.


Syarat multi-model

Tak semua mesin layak dijadikan mesin multi-model. Umumnya ada beberapa kriteria yang kerap disyaratkan.

  1. Powerband: Mesin tersebut harus memiliki karakter tenaga (powerband) yang fleksibel. Artinya mudah disetel apakah untuk enak di putaran rendah, menengah atau bahkan atas. Terlebih jika mesin tersebut dipakai untuk mobil bermacam jenis dari SUV, sedan hingga hatchback.
  2. Dimensi: Ukuran ruang mesin tentu juga dipengaruhi oleh model mobil. Mesin multi-model harus siap dibenamkan pada engine bay baik yang lega maupun yang ruangnya terbatas.
  3. Kompatibel transmisi: Beragam jenis mobil berarti beragam kecocok­an transmisi. Mesin-mesin seperti ini tentu harus bisa dipadankan dengan berbagai jenis transmisi. Tak cuma manual atau matik saja, tapi juga harus bisa dipasang pada penggerak 4x2 atau 4x4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar