PENAWARAN TERDAHSYAT BELI TOYOTA CALYA SURABAYA BUAT ANDA YANG ISTIMEWA, HARGA BEBAS NEGO, HARGA BEBAS NAWAR, HARGA MURAH BUAT ANDA YANG ISTIMEWA.
TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Di hargamobilsurabaya.com
Semoga blog ini bisa menjadi media informasi, serta bahan referensi Anda dalam membeli MOBIL BARU TOYOTA CALYA SURABAYA. Partisipasi dan peran serta Anda, sangat penting untuk perkembangan blog ini.

kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat anda semua, HARGA MOBIL BARU TOYOTA CALYA SURABAYA, HARGA CALYA SURABAYA, HARGA TOYOTA CALYA SURABAYA, PROMO TOYOTA CALYA SURABAYA, DISCONT CALYA SURABAYA, BONUS TOYOTA CALYA SURABAYA, BELI CALYA SURABAYA,KREDIT TERMURAH,BUNGA KOMPETITIF, CASH BACK GEDE, BANYAK BONUS,KAMI HADIR MEMANG BUAT ANDA........kami berharap semua bisa sukses. amin

akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih atas keputusan anda untuk mengunjungi blog kami. dan mohon maaf bila ada kesalahan
salam sukses,

RUDDY MINARGO(argo toyota) HP: 081.259.124.288(WA)

Jumat, 09 Maret 2012

Mobil otomotis


Transmisi Otomatis, Sesuaikan Spesifikasi

Perawatan transmisi otomatis berdasarkan petunjuk bengkel res­mi sebenarnya tidak seribet yang diba­yangkan. Berikut ada beberapa pantangan dan yang seharusnya dilakukan untuk mobil bertransmisi otomatis yang diberikan oleh Parman Suanda, Kepala Bengkel Plaza Toyota Tendean.

Pertama cek level pelumas transmisi otomatis saat mesin dingin dan saat mesin sudah panas. “Saat dingin, posisi mesin mati, saat panas mesin hidup,” ujar Parman. Berikutnya lakukan penggantian oli transmisi otomatis jika sudah sampai waktunya. “Kalau sampai terlewat, efeknya bisa bermacam-macam, paling parah perpindahan giginya kasar bahkan tidak mau pindah,” ujarnya. Nah, kalau sudah begini, siapkan dana hingga jutaan untuk perbaikannya.

Jangan lupa ganti oli transmisi otomatis sesuai spesifikasinya. “Kalau tidak sesuai, efeknya juga bisa merusak,” jelasnya. Namun, tak kalah penting juga operasikan peranti pemanja kaki kiri itu sesuai medan yang dilalui. “Contohnya kalau di tanjakan pakai L atau 2, ja­ngan paksa pakai D,” jelas Parman. Begitu juga kalau di turunan, terlebih lagi di tempat yang curam.

Kemudian saat berhenti atau stationer jangan dibiasakan posisi tuas di D terus, karena akan mempengaruhi keausan kopling. Mudah bukan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar