TERIMA KASIH atas kunjungan Anda.
Di hargamobilsurabaya.com
Semoga blog ini bisa menjadi media informasi, serta bahan referensi Anda dalam membeli mobil BARU. Partisipasi dan peran serta Anda, sangat penting untuk perkembangan blog ini.

kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat anda semua, HARGA TERMURAH, PROMO TERMURAH, KREDIT TERMURAH,BUNGA KOMPETITIF, CASH BACK GEDE, BANYAK BONUS,KAMI HADIR MEMANG BUAT ANDA........kami berharap semua bisa sukses. amin

akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih atas keputusan anda untuk mengunjungi blog kami. dan mohon maaf bila ada kesalahan
salam sukses,

RUDDY MINARGO*

Selasa, 15 Juli 2014

MOBIL FORTUNER SURABAYA

SEKILAS TENTANG MOBIL FORTUNER

Toyota langsung merespons positif untuk membenahi Fortuner. Tidak sekadar upaya perubahan perwajahan semata, sektor performa menjadi hal paling krusial dalam pembenahan.

Benar saja. Fitur turbo langsung digendong untuk mendongkrak performa secara keseluruhan. Toyota masih mempertahankan mesin diesel 2KD-FTV 2.499 cc 4 silinder. Hanya saja turbonya ditambah perangkat berlabel variable nozzle vane. Toyota menyebutnya sebagai Variable Nozzle Turbocharger (VNT).

Data teknis ini di lapangan pun langsung terasa lonjakannya.Tenaga Fortuner naik dari 102 dk ke 144 dk. Torsinya juga naik dari 260 Nm ke 350 Nm.

Paling kentara, saat akselerasi Fortuner beraksi. Untuk 0-100 km/jam, Fortuner diesel VNT mampu menembus hingga 12,4 detik. Bandingkan dengan versi sebelumnya, yang mencapai 20,1 detik. Hampir 8 detik, lompatan waktu akselerasinya.

Terbaik dalam hal kenyamanan dan kestabilan dari rivalnya

Raihan terbaik kedua setelah Mitsubishi. Hasil ini mampu mereduksi rentang waktu yang direngkuh Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2, yang mencatat 10,9 detik untuk sprint 0 -100 km/jam. Atau lebih cepat 1,5 detik dari rival dari India, Tata.

Pun demikian perihal kehematan BBM. Toyota Fortuner mampu menembus kehematan BBM hingga 14,6 km/l untuk rute jalan bebas hambatan. Catatan terbaik ini yang sama dengan Tata Safari Storme rengkuh, 14,6 km/l di jalan tol. Atau lebih hemat 1,9 ketimbang wakil dari Mitsubishi Pajero Sport.

Kesan kokoh juga tercermin dari proporsi tubuhnya yang tinggi besar. Revisi pada desain lampu belakang ikut menaikkan aura mewah dan berkelas. Aplikasi panel sporty TRD Sportivo tampak pada front bumper spoiler, front fender mirror, rear bumper spoiler, roof spoiler, dan muffler cutter. Emblem VNT berkelir merah di sisi kanan bagasi sebagai penegas eksistensinya.

Toyota mencoba realitis untuk membangun pasar kelas ini. Toh segala perubahan dan peningkatan ini berujung ke konsumen. Apakah perubahan ini menjawab kebutuhan pasar SUV diesel ini?

Mesin diesel dengan turbo variable mendongkrak kemampuan FortunerTransmisi otomatis hanya 4-speed

POIN UTAMA

Eksterior
Penampilan Toyota Fortuner kian gagah dan dewasa. Lihat saja, desain bagian depan dengan sepasang lampu proyektor dan gril kokoh. Kian dipertegas dengan kehadiran air scoop pada kap mesin untuk penunjang performa mesin turnonya. Asyiknya lagi, model lebih sporty dengan pilihan model TRD Sportivo.

Mesin Turbo
Toyota masih mempertahankan mesin diesel 2KD-FTV 2.499 cc 4 silinder plus turbo. Teknologi Toyota ini disebut Variable Nozzle Turbocharger (VNT). Tidak hanya tenaga dan torsi, konsumsi kehematan BBM mengalami peningkatan lebih baik dari versi sebelumnya.

Kenyamanan
Visibilitas  luas dan jok empuk membuat tingkat kenyamanannya begitu menonjol. Apalagi ruang kaki dan kepala yang ada cukup luas. Sehingga penumpang tak perlu berebut ruang dengan penumpang di sebelahnya. 

Kamis, 24 April 2014

Komparasi mobilio vs ertiga| info jual beli mobil baru di surabaya

Mobilio vs ertiga

Mobilio vs ertiga- Tak lengkap dalam melakukan komparasi tanpa menguji kenyamanan. Ternyata, karakteristik Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga sama. Renelita, seorang guru Biologi yang punya Ertiga manual mengaku, untuk pemakaian sehari-hari, suspensi Ertiga terasa enak. 

Koko dengan nama lengkap Benedictus  Priyantoko, 35, menilai Mobilio sangat nyaman dikendarai. Posisi menyetir enak, ergonomis, dan blind spot minim terjadi. 

Nah, dari semua sisi yang telah diulas, kesimpulannya bahwa Ertiga harus mengakui pesaingnya itu.

Kenyamanan

Sebagai MPV yang lebih ditujukan untuk keluarga, tentunya kenyamanan jadi nilai penting. Dengan konfigurasi jok 3 baris, keduanya harus bisa memberi kenyamanan baris terdepan hingga belakang.

Karakteristik suspensi Ertiga dan Mobilio pun dirasakan oleh OTOMOTIF sama. Memberikan kelembutan saat melewati jalan berlubang ataupun speed trap. Tetapi, Mobilio lebih memberikan redaman ekstra dibandingkan dengan Ertiga disaat menginjak lubang secara mendadak. Handling pun keduanya tak perlu diragukan, hanya saja, Mobilio terasa lebih stiff dan mantap saat di kecepatan tinggi.

Selain itu, kualitas material fabric yang disajikan keduanya masih terbilang nyaman untuk melintasi rute dalam kota ataupun luar kota. Tapi fabric milik Ertiga terasa lebih nyaman dari Mobilio.

Sedikit perbedaan, Ertiga memiliki busa jok yang lebih tebal dibandingkan dengan Mobilio, sehingga badan terasa amblas saat duduk. Sedangkan Mobilio, cenderung tipis tetapi memiliki tingkat keempukan yang setara dengan Ertiga.

Hasilnya, Mobilio mampu memberi kenyamanan ekstra, tak hanya di kecepatan rendah, tapi juga ketika kecepatan tinggi. Walau akan lebih baik kalau kualitas jok ditingkatkan lagi. 



Kesimpulan

Tak disangka, segudang fitur yang diusung dengan harga menarik yang ditawarkan Ertiga harus mengalah pada pendatang baru, Mobilio. Unggul di parameter performa, konsumsi, akomodasi dan desain terbaru, Mobilio masih bersaing ketat berkat harga yang lebih murah untuk pilihan tipe yang sekelas dan kenyamanan berlebih.

Tak hanya di kecepatan rendah, tapi masih sanggup memberikan handling mumpuni saat kecepatan tinggi. Tipikal suspensi yang dipakai terasa khas Honda, walau butuh waktu lebih lama untuk membuktikan apakah low MPV andalan Honda ini punya kekuatan berlebih untuk menghadapi karakter konsumen khas Indonesia.

Mobilio menarik karena berhasil memasang mesin berkapasitas lebih besar dari Ertiga, namun hasil pengukuran konsumsinya juga masih lebih irit. Hebatnya, menang di data tes akselerasi, bukan berarti Mobilio mengorbankan konsumsi jadi lebih boros.

Akhirnya, menang pada segmen hangat di Indonesia dengan mengungguli 4 dari 7 parameter OTOMOTIF. Mari tunggu apakah benar Mobilio akan mengguncang dunia low MPV Tanah Air. (Mobil.Otomotifnet.com)

Selasa, 22 April 2014

HARGA MOBIL BEKAS SETELAH LAHIRNYA MOBILIO| info mobil baru di surabaya

Harga mobil bekas setelah lahirnya mobilio




Sejak diperkenalkan di Indonesia International Motor Show 2013 silam, kehadiran Honda Mobilio langsung menjadi ikon. Konsep MPV dengan banderol kompetitif menjadikan Mobilio begitu digandrungi oleh konsumen Indonesia.

Produk Honda terbaru ini mampu mengakomodasi 7 pe­numpang dan di awal tahun ini resmi di-delivery mulai dari Rp 159,5 juta. Bisa ditebak, kalau daftar tunggu kepemilikan Mobilio menjadi konsekuensinya. Wajar kalau Mobilio hadir menjadi ikon awal musim 2014.

Tidak hanya jajaran mobil anyar yang hadir di musim ini, pasar mobil bekas pun mulai terimbas oleh kehadirannya. Bahkan, pelan tapi pasti, sejak kehadirannya di IIMS di pengu­jung 2013 lalu, pasar mobil se­ken mulai merespons.

Mobil seken di kisaran Rp 100 jutaan langsung terkena imbasnya. Setidaknya banderol pada harga tersebut yang notabene di kelas Mobilio langsung tereduksi akibatnya.

“Mobil seken di kisaran harga Rp 100 – 200 juta terke­na imbas langsung imbas dari kehadiran Mobilio. Kami pun mulai memaksimalkan di luar banderol tersebut untuk menjaring konsumen,” jelas Michael Go, pe­ngelola Raja Bursa Mobil Taman Palem Cengkareng.

Bila sebelumnya pasar mobil seken si kembar, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, relatif kuat juga mulai terkoreksi. Sebagai ilustrasi, Avanza G 2011 sebelumnya Rp 135  juta, kini terkoreksi bisa ditebus di bawah banderol Rp 130 juta. Pun demikian Xenia, lansiran 2011 tipe X1 terpangkas Rp 5 – 8 juta dari banderol Rp 115 juta.

Sementara Suzuki Ertiga masih relatif kuat di pasar. Kalau terkoreksi masih dalam kategori “aman”. Sebagai contoh, Suzuki Ertiga 2012 GL (AC single blower) akhir 2013 masih berkisar Rp 136 juta. Di awal 2014, ia hanya terkoreksi Rp 1 – 2 juta.

Namun tidak hanya kompe­titor yang berhadapan langsung dengan Mobilio seperti Avanza-Xenia atau Ertiga semata, ceruk kelas lain pun juga terkena dampaknya.

“Pasar mobil kompak juga terkena imbasnya. Banderol Toyota Yaris atau Honda Jazz pun terkoreksi. Kisarannya bisa mencapai Rp 7 juta,” papar Eko Warsito, pedagang mobil seken di Margonda Depok.

Kondisi seperti ini semestinya bisa dimanfaatkan konsumen yang mengincar mobil idaman­nya. Banderol kompetitif dan kondisi aktual masih bagus menjadi peluang membidik sejumlah mobil sebagai incaran dengan harga yang lebih terjangkau.  
Tidak hanya rival, banderol mobil kompak pun terkena imbasnyaSejumlah mobil, banderolnya terkoreksi akibat sosok mobilio yang dijual mulai rp 159,5 juta
Analisis Pasar

Kondisi ini bisa jadi terkait dengan kehadiran meluncurnya Mobilio. Ekspos konsep dan banderol kompetitif MPV Honda itu diklaim menjadi daya tariknya.

Imbasnya, beragam berita ini membuat sebagian orang mulai menjual transporter lawasnya sebagai persiapan untuk membeli yang baru. Suplai kendaraan yang meningkat berdampak pada harga pasaran kendaraan bergerak turun. Hukum ekonomi pun berbicara di sini.

Koreksi harga menjadi konsekuensinya. Besarnya pun beragam, tergantung kondisi di lapangan. Bisa dibilang masih fluktuatif. Keseimbangan harga bakal masih bergerak. Maklum selama daftar inden Mobilio masih mengular.

Sekadar informasi, per Januari 2014, terdapat 10 ribu daftar inden untuk menunggu Mobilio. Titik keseimbangan atau harga pasar diklaim akan “berhenti” bila distribusi Mobilio bisa teratasi alias tidak ada inden lagi.

Harga jual mobkas tersebut per­lahan akan naik kembali seiring dengan berkurangnya pasokan mobkas ke pasar. Sampai akhirnya ia kembali ke titik normal.

 
285/68-69(26Mar-8Apl14)

TEST DRIVE MOBIL ERTIGA| mobil ertiga surabaya

Mobil ertiga surabaya

Suzuki punya harapan besar pada sosok Ertiga. MPV keluarga ini memang menjadi kartu truf Suzuki di pasar Indonesia. Mesin baru, kapasitas 7 penumpang dan harga kompetitif menjadi daya pemikat Suzuki Ertiga di publik lokal.

Selain versi manual, Suzuki Ertiga memakai transmisi otomatis konvensional 4-speed. Variasi transmisinya tersedia pilihan L (low), 2, 3 dan D sebagai rasio gir tertinggi.

Sementara untuk melintasi jalan menurun, tombol overdrive dan free lock yang membuat mobil bisa didorong saat parkir pararel. Tuas persenelingnya apik. Kombinasi kelir beige dengan krom pada kepala tuas yang nyaman digenggam. Pun demikian saat pengoperasiannya.

Nilai plus lain Ertiga yakni posisi duduk yang ergonomis dan terasa seperti sedan. Pun saat Anda berada di kabin. Nuansa berkelas menyergap dengan kualitas buatan dasbor dan sekelilingnya.

Posisi kemudi mantap serta bantingan lembut.  Kian asyik dengan paduan tenaga mesin responsif merupakan ramuan hebat yang membuat Ertiga asyik dikendarai.

Suasana kabin cukup menunjang perjalanan bersama keluarga dengan nuansa two toneAkses ke baris ketiga fleksibel
Menambah nuansa kelas atas di kabin, Ertiga juga memberi sistem audio terintegrasi dengan pengontrol di setir dan on-board computer bertampilan modern.

Tenaga mesin 1.373 cc-nya juga terasa cukup positif. Penggerak roda depan membuat daya 95 dk siap mengantar mobilitas Anda. Laju 0-100 km/jam dicapai dalam 13,9 detik atau sama dengan performa Chevrolet Spin. Atau lebih lambat 2,8 detik dari Honda Mobilio dan 0,8 detik dari wakil Nissan.

Toh perihal kehematan, Suzuki Ertiga bisa berbangga. Ertiga mampu mencetak angka 19,2 km/l. Suzuki mengungguli saingan terdekatnya, Honda Mobilio 0,3 km/l. Lebih hemat 3,5 km/l dari Chevy Spin dan 1 km/l raihan dari Nissan Grand Livina.


Poin Utama

Mesin
Langkah revolusioner Suzuki dengan memperkenalkan mesin anyarnya, K-14B. Inilah K-series terbaru Suzuki. Untuk mesin bensin, Suzuki mengandalkan 1.400 cc 4-silinder DOHC VVT mampu menghasilkan 95 dk/6.000 rpm dan 130 Nm/4.000 rpm.

Bangku Baris Ke-2
Baris kedua Suzuki Ertiga begitu istimewa. Kenyamanan pe­numpang masih tetap terjaga di dalam Ertiga. Lebih jauh, bangku deret ke-2 bisa dimaju-mundurkan hingga maksimal. Kelapangan dan kenyamanan penumpang di baris ini terjamin plus akses pintu yang terbuka lebar. Fleksibilitas pelipatan kursi cukup menjanjikan. Cukup menarik tuas yang berada di samping, kursi bisa terlipat sesuai keinginan.

Audio
Sistem audio Suzuki Ertiga cukup menghibur dan praktis. Selain Double DIN, audio Ertiga didukung dengan fitur seperti CD, USB, Aux, dan lainnya. Sementara power outlet juga tersedia di luar soket 12 Volt. Kian praktis dengan pengoperasian audio lewat kemudi.

KOMPARASI MPV MOBILIO ERTIGA GRAND LIVINA DAN SPIN| harga mobil di surabaya

KOMPARASI MOBIL MPV



Back Seat Driver

Selain mesin bensin, adakah versi dieselnya?
Untuk Honda Mobilio dan Nissan Grand Livina tidak ada versi dieselnya. Versi diesel langsung dihadirkan oleh Chevrolet Spin untuk pasar Indonesia selain mesin bensin. Sementara untuk Suzuki Ertiga versi diesel masih dalam tahap pengkajian untuk pasar Tanah Air. Sekadar informasi, versi diesel Suzuki Ertiga sudah dijual di pasar India sejak 2012 silam.

Ada berapa varian tiap peserta?
Honda Mobilio dan Nissan Grand Livina X-Gear memiliki 4 varian. Sementara Chevrolet Spin dan Suzuki Ertiga masing-masing merilis 7 varian untuk pasar Indonesia.

Bagaimana dengan Toyota Avanza Veloz?
Ia pun menjadi rival dari Honda Mobilio. Kapasitas mesin 1.500 cc namun memiliki penggerak roda belakang. Alhasil, cukup sulit bagi engineer untuk meracik suspensi yang mampu memadukan kenyamanan dan pengendalian optimal. Pun begitu dengan harga Veloz A/T yang mencapai Rp 203,7 juta, membuat ia sulit untuk bersaing dengan Mobilio. Hanya nama besar Toyota berikut jaringan servis terluas serta durability teruji yang membuat Veloz tetap diminati konsumen Tanah Air.



Kesimpulan

Kami berharap PT GMI kian bersemangat mengembangkan Chevrolet Spin setelah melihat hasil Tes Jalan ini. Pembenahan di berbagai sektor wajib dilakukan jika ingin terus bertahan di sektor dengan persaingan sangat ketat ini. Dan kami berharap tipe terbaru kelak akan menunjukkan tajinya.

Pertarungan menuju 3 besar sangat ketat. Sebagai pendatang baru, Honda Mobilio jelas memiliki berbagai keunggulan. Meski demikian, Nissan Grand Livina sebagai peserta paling senior tak bisa dipandang sebelah mata. Termasuk Suzuki Ertiga yang khusus dikembangkan untuk pasar Indonesia.

Ertiga memiliki racikan paling pas di sini. Untuk varian termewah, harganya terbilang terjangkau. Kenyamanan, kepraktisan, dan akomodasi yang menjadi poin utama sebuah MPV, ia berhasil meraih poin tinggi. Cukup nikmat dipakai setiap hari, dengan wajah yang masih enak dipandang. Sayang teknologi mesinnya masih kalah dari yang lain. ia pun harus puas berada di posisi ke-3.

Nissan Grand Livina mendulang poin positif di sektor kenyamanan, handling, fitur, dan fun to drive. Dengan performa layak diandalkan, Grand Livina menjadi pilihan bagi kepala rumah tangga yang masih gemar mengemudi sendiri di hari kerja. Sayang harga tipe X-Gear ini kelewat mahal jika dibandingkan dengan rivalnya. Tetap, persaingan terjadi sangat ketat mengingat ia dan Mobilio bisa dikatakan senada dalam hal konsep desain.

Honda Mobilio bukannya tanpa kekurangan. Seperti desain dasbor yang berbagi dengan Brio dan mobil murah Brio Satya mengurangi gengsi penggunanya. Tapi, Honda menebusnya dengan pengendalian prima, fitur paling berlimpah, dan performa yang sanggup memadukan akselerasi dan konsumsi BBM di level terbaik. Ia pun terasa fun to drive bagi penyuka mengemudi sendiri.

Mungkin kita bisa berdebat bahwa seluruh parameter di atas bukanlah kebutuhan utama MPV Kompak. Tapi fakta Mobilio tetap sanggup mengakomodasi kebutuhan akan fungsi dengan baik membuatnya tetap sanggup mendulang poin maksimal.

Bagi kami, ini salah satu Tes Jalan terberat yang pernah dijalani. Karena ternyata peserta terbaik sekalipun harus dihitung secara cermat mengingat potensi keunggulan yang dimiliki hanya berbeda tipis. Dan akhirnya, kami menempatkan Nissan Grand Livina di posisi ke-2 dan Honda Mobilio sebagai perengkuh mahkota juara.

Peringkat akhir
1Honda Mobilio E Prestige A/T
(+) Performa, handling, fitur
(-) Desain interior, varian
2Nissan Grand Livina X-Gear 1.5 A/T
(+) Kenyamanan, lantai rata, eksterior, monitor roof
(-) Harga, hembusan AC terlalu kuat, legroom baris ketiga
3Suzuki Ertiga GX A/T
(+) Kehematan BBM, desain interior, kenyamanan
(-) Putaran bawah, model eksterior
4Chevrolet Spin LTZ 1.5 A/T
(+) Harga, rasio gir, interior
(-) Akomodasi, fun to drive, performa

Rabu, 26 Maret 2014

PENJUALAN MOBIL MPV| INFORMASI PENJUALAN MOBIL BARU

Penjualan mobil baru MPV

Penjualan mobil MPV-Honda semakin percaya diri dengan model terbaru, Mobilio. Kendaraan multiguna 7-penumpang ini mulai menempel Toyota Avanza sebagai mobil terlaris di segmennya. Bahkan, Februari lalu, berhasil menggeser rival lain yang sudah lebih dulu ada di pasar, seperti Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Nissan Evalia, dan Chevrolet Spin.

Data Gaikindo bulan lalu menunjukkan, Mobilio terjual 6.241 unit di bawah Avanza yang terjual 15.708 unit. Peringkat ketiga diisi Daihatsu Xenia dengan penjualan 5.137 unit, disusul Suzuki Ertiga 3.216 unit, APV 1.058 unit, Chevrolet Spin 1.023 unit, dan Nissan Evalia 568 unit.

Secara kumulatif pada dua bulan pertama 2014, maka Mobilio sudah terjual 7.749 unit dengan menikmati pangsa pasar 12 persen di segmen MPV low. Sampai saat ini, Honda mengaku masih mengantongi tumpukan pesanan lebih dari 20.000 unit.

"Tren penjualan Mobilio di Februari menunjukkan model ini semakin diterima oleh konsumen," ujar Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM), dalam keterangan resminya, Selasa (11/3/2014).

Selain itu, Mobilio kini juga sudah menjadi penopang utama penjualan Honda di Indonesia yang sebelumnya mengandalkan Jazz. Mini hatchback tersebut tetap mendongkrak total penjualan Honda pada Februari lalu sampai 23 persen, dari 9.635 unit (Januari) menjadi 11.915 unit. Dua bulan pertama, Honda sudah menjual 21.550 unit, dengan torehan pangsa pasar dua digit alias 10 persen terhadap total pasar otomotif nasional.


Selasa, 25 Maret 2014

INFORMASI MESIN PAJERO DIESEL DAN BENSIN| MITSUBISHI SURABAYA

PERBEDAAN PERFORMA PAJERO DIESEL DAN BENSIN


Mitsubishi Pajero Sport bermesin bensin baru saja meluncur di Indonesia. Kehadiran model ini memperluas lini produk mereka di Indonesia.

Apa perbedaan data performa mesin bensin dan diesel di Mitsubishi Pajero Sport? Yuk kita cari tahu dengan membandingkan Mitsubishi Pajero Sport V6 Bensin dengan Dakar Hi-Power.

Mitsubishi Pajero Sport bermesin bensin dengan konfigurasi V6 berkapasitas 2.998 cc. Dapur pacu ini mendapat dukungan teknologi Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control alias MIVEC. Tenaga yang dihasilkan mencapai 219 dk di 6.250 rpm dan torsi puncak 291 Nm/4.000 rpm.

Mitsubishi Pajero Sport Dakar Hi-Power 4x4 memakai mesin diesel 2.477 cc 4-silinder. Tek­nologi common-rail Direct Injection Diesel (DI-D) berpadu dengan Variable Geo­metry Turbo (VGT) yang dilengkapi intercooler. Model termewah ini sanggup menghasilkan tenaga 178 dk dan torsi 350 Nm.